Duhai ... ibu yang kupanggil pertiwi
Rahimmu terisi darah
Kini tercecer nodai persada
Dirampas paksa oleh putraputra angkara
Kini tercecer nodai persada
Dirampas paksa oleh putraputra angkara
Oh ... jelata yang menjilatjilat laksana api neraka
Sudah pun renta; sekarat masih juga maksiat kau puja
Lihat ...! Lihatlah ... wahai bangsat!
Sudah pun renta; sekarat masih juga maksiat kau puja
Lihat ...! Lihatlah ... wahai bangsat!
Daundaun hijau gugur satu demi satu
Terkoyak sucinya oleh iblis prostitusi
Diperkosa para bocahboca haus kasih
Yang terlahir dari kloning pornografi
Terkoyak sucinya oleh iblis prostitusi
Diperkosa para bocahboca haus kasih
Yang terlahir dari kloning pornografi
Di mana letak ketimuran negeri dulu?
Bukankah kita selalu takut pada tabu?
Tapi apa yang terjadi di era globalisasi
Daundaun hijau nan cantik tibatiba menghitam!
Hiii ... taaammmm ... ternoda!
Jasad lembar demi lembar ditemukan penjuru persada
Regang nyawa tak berampun tuk dibela
Oh ... Ibu yang kupanggil pertiwi
Tiada lagi rahimmu aman dari senggama meraja rela
Daundaun hijau usia
Pelang dalam warna hitam
Bukankah kita selalu takut pada tabu?
Tapi apa yang terjadi di era globalisasi
Daundaun hijau nan cantik tibatiba menghitam!
Hiii ... taaammmm ... ternoda!
Jasad lembar demi lembar ditemukan penjuru persada
Regang nyawa tak berampun tuk dibela
Oh ... Ibu yang kupanggil pertiwi
Tiada lagi rahimmu aman dari senggama meraja rela
Daundaun hijau usia
Pelang dalam warna hitam
ZQS
Batam, 170516
Batam, 170516

Tidak ada komentar:
Posting Komentar